Anime

Kamis, 12 November 2015

Sehari Lebih Dekat Dengan Ayah

I Love Dad


Oh yah udah lama nggak nulis blog lagi, udah dari jaman megalithikum nih udah nggak pernah ngeblog lagi, karena waktu gua tersita banyak buat belajar, karena gua udah kelas 3 SMA, bentar lagi lulus dan ninggalin semua kenangan indah saat masa SMA. Oke pertama gua pengen ngucapin Selamat hari pahlawan Indonesia, yang sering bangun kesiangan, iyah pahlawan kesiangan.

Dan selamat hari ayah juga, buat ayah Indonesia yang siang-siang sering nyiram jalan make air got, kalian luar biasa. Karena ini berhubungan dengan hari ayah, gua akan menceritakan tentang bokap gua.

Oke mulai ceritanya yah ~~~~~

Adzan Subuh pun berkumandang, tanda bentar lagi mau qomat, seperti biasa pagi hari setiap adzan subuh, gua dibangunkan oleh bokap gua untuk sholat subuh di masjid. Dan bangunin tidurnya itu kayak rumah kita ditagihin para depkolektor.

“AFFANNN…..!!! Bangun Sholat subuh, kalo nggak bangun hapenya bapak bacain nih SMSnya. !!” teriak bokap gua ngebangunin.

“yaudah bacain aja pak, paling affan smsnya sama operator yang ngepromosiin RBT (Ring Back Tone) doang.” Kata gua sambil keadaan merem sembari memeluk guling.

“oke kalo kamu nggak mau bangun, uang jajannya bapak potong nih…!!!” Ancam bokap gua.

“AH IYAH PAK !!” seketika gua langsung bangun dan melototkan mata ke arah bokap gua.

“nih pak udah bangun, udah melek dong pak hehe” sambil menggerakan bulu mata anti gledek.

Siapa yang nggak takut, kalo diancam uang jajannya dipotong, fir’aun aja kalo diancam gitu langsung bangun dari matinya. Akhirnya gua bangun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi, karena masih ngantuk, gua jalannya sambil merem kaya pengemis yang pura-pura buta gitu, dan alhasil gua nabrak tembok terus ketika jalan, dan bukannya ke kamar mandi, gua malah masuk lemari baju.

Oke akhirnya gua perlahan membuka mata, dan berjalan ke kamar mandi, sampai kamar mandi gua langsung cuci muka make mama lemon, dan langsung wudhu. Setelah wudhu itu penglihatan jadi seger, serasa di depan gua ada isyana sarasvati yang lagi ngomong “affan, kamu mau nggak jadi pacar aku?”.

Setelah itu gua pergi ke masjid bareng bokap gua untuk sholat subuh di masjid. Selesai sholat bokap mengajak gua jalan-jalan ke UI (Universitas Indonesia) yah siapa tau gua calon the next yellow jacket, amin.

“fan nanti jam 8 kita ke UI yo, naik kereta aja.” Ajak bokap gua.

“naik kereta malam pak?” Tanya gua

“NGGAK, NAIK KERETA KUDANYA CINDERELLA.!!!”

“oke pak.”

Jam pun menunjukan pukul 7 lewat 1800 detik , tandanya gua harus bersiap-siap berangkat. Gua pun mandi (junub) lalu berdandan dengan cool, jam 8  gua dan bokap gua berangkat ke UI menggunakan angkot, nyokap sama adek gua nggak ikut soalnya lagi sibuk dengan urusannya masing-masing.

Gua berangkat ke UI menggunakan baju lebaran yang kemarin baru beli di pasar malam, yang 10 ribu dapet 3. Dan gua berdandan cool dengan rambut klimis menggunakan minyak jelantah, dan kedua tangan dimasukan ke dalam kantong, kantong baju yang di dada *bayangin*. Ini gua kayak om-om yang lagi mencari cabe-cabean nih.

Tapi sebelum naik angkot, gua dan bokap gua pergi ke indomaret buat beli cemilan untuk dimakan di jalan. Dan kampretnya bokap gua di dalam indomaret malah nawar.

“oke pak semuanya 50 ribu…” kata mba-mba indomaret.

“mba, bisa kurangin nggak. 10 ribu kek.”  Bokap gua nawar.

“EMANG INI PASAR PAK BISA DITAWAR !!!” teriak mbanya.

“maaf mba, jangan marah nanti cepet tua loh.!!” Kata bokap gua.

“lagian sih bapak nawar kan mba-mba indomaretnya kesel” kata gua.

“iyah maaf fan.”

Gua pun langsung keluar dari indomaret dengan rasa malu yang amat memalukan, tapi karena itu bokap gua rasa malu gua perlahan hilang. Dan setelah itu gua naik angkot ke arah stasiun tangerang untuk naik kereta.

Di perjalanan gua ngobrol dengan bokap gua, seputar kuliah gitu.

“pak, jurusan yang bagus di UI apa pak?”

“di UI banyak kok fan jurusannya. Ada jurusan depok-pasar minggu itu metro mini 64 sama…………”

“bukan itu maksudnya pak……… , maksudnya jurusan perkuliahan yang bagus di UI itu apa?”

“oh kirain kendaraan umum yang ke UI. Gini fan, di UI jurusannya keren-keren kok, tergantung kamu minatnya ke pelajaran apa, emang kamu suka pelajaran apa?".

“fisika pak…!!”

“oh kalo gitu kamu jurusan teknik aja, teknik elektro di UI bagus kok. Bapak tadinya mau kuliah disitu tapi berhubung bapak dari STM ecek-ecek jadinya susah masuk situ, yaudah bapak beralih ke UNJ aja.”

“oh gitu yah pak….”

Tak terasa angkotnya sudah sampai di stasiun tangerang, lalu kita turun dan membeli tiket kereta, setelah membeli tiket kita langsung naik kereta, dan kita harus transit 1 kali di stasiun duri, dan kita langsung naik kereta yang ke arah bogor.

Singkat cerita kita udah sampai di stasiun pancasila, dan satu stasiun lagi kita sampai yaitu stasiun UI, gua dan bokap gua bersiap untuk turun dan gua nunggu di samping pintu keluar kereta.

Sesampai di stasiun UI.

“kalo pintunya kebuka kita loncat yah.,kamu pegang tangan bapak. Nanti ikutin aba-aba bapak.”

*PINTU KERETA TERBUKA*

“1…..2…….3 lompat…” kita berdua pun lompat dangan berpegangan tangan.

“YEEE !!”

Kita ini kayak anak kecil yang gagal gaul, semua mahasiswa UI melihat kita dengan tatapan aneh dan ada juga yang senyum-senyum menjijikan. Dan ada mahluk mahasiswa UI tapi lebih mirip satpam komplek yang berbadan kayak adenya ray, kalo tangannya ditekuk ototnya bercabang jadi 2, Mungkin dia kalo pergi ke gym yang lain ngangkat barbell dia ngangkat paku bumi, dia melihat ke arah kita dan senyumnya sok imut, pas ketawa dia tutup mulut. Pokoknya kalo kalian melihatnya pasti geli-geli gimana gitu.

Setelah turun dari kereta, kita menaiki bus warna kuning yang sudah disiapkan oleh pihak kampus, karena gua suka fisika akhirnya bokap gua mengajak gua ke fakultas teknik . iyah sampai di fakultas teknik, bokap ngajak gua ke teknik kimia dulu. Karena disana ada temen bokap gua yang jadi dosen disitu.

Kita melihat kampus UI dengan suasana pohon yang rindang, sepi kayak tempat mesum gratisan. Ketika asyik menikmati pemandangan kampus UI, bokap gua ketemu teman lamanya dikampung. Yah alhasil gua dicuekin.

Sambil menunggu bokap gua kangen-kangenan sama temen lamanya, gua jalan-jalan di sekitar komple Fakultas Teknik di UI. Dan disana ada banyak mahasiswi yang cantik-cantik, lalu gua deketin salah satu dari mahasiswi yang cantik. Dan sepik-sepik nanya toilet.
“halo kaka, mau Tanya toilet dimana yah?” sepik gua.

“oh disitu lurus aja dek, WCnya dibalik pohon asem itu” kata kaka cantik itu sambil menunjukan arahnya.

“boleh minta nomernya nggak kaka, nanti aku takut nyasar kan bisa nanya kaka.?” Sepik gua lagi.

“oh ini dek.” Sambil ngasih tau nomernya.

“makasih kak..”

“iyah sama-sama.” Sambil senyum yang membuat gua melayang-layang di udara seperti layangan putus.

Jika kalian ingin meniru modus ini, kalian harus bayar dulu ke gua.

Habis ngedapetin nomer kaka cantik itu, gua balik lagi ke bokap gua yang dari tadi ternyata sudah selesai kangen-kangenan sama temennya.

“kamu kemana aja sih…!!!. Bapak tungguin daritadi loh !!” Tanya bokap gua.

Sambil menghela napas gua jawab. “emm…., tadi habis minta nomor mahasiswi cantik pak.”

“wah, yaudah bagi nomernya dong.!” Ucap bokap gua dengan nada soimutnya.

“AFFAN BILANGIN MAMA NIH BILANGIN !!” ancam gua.

“YAUDAH GAK JADI DEH.!!” Kata bokap gua seperti ketakutan.

Akhirnya gua melanjutkan jalan-jalan mengelilingi UI bareng bokap gua , dia selalu menceritakan semua tentang fakultas/jurusan yang kita lewati.  Ini gua kayak lagi study tour yang ditemenin pemandunya.

Tak terasa hari sudah semakin sore, dan matahari perlahan mulai sembunyi dari dunia, jalan-jalan di UI pun selesai. Dan bokap berharap gua bisa kuliah di UI dengan jurusan yang gua sukai.

Sebelem pulang ke rumah. Bokap berpesan. “kalo kamu masuk UI, bapak akan kerja keras dan semangat kerjannya. Dan bapak nggak berhenti berdoa, supaya kamu masuk sini dan bikin bangga orangtua kamu fan. Dan kamu juga harus terus belajar yang tekun yah, dan jangan lupa sholat wajib dan sholat sunnahnya dilaksanain. Dan berdoa kepada allah swt. Karena usaha harus dibarengin sama do’a yah. Biar kamu terkabul masuk sini.”

Dan gua pun hanya menjawab “AMINN PAK”.

Dan dari perkataan bokap itu makin bikin semangat gua untuk belajar yang tekun dan berdoa, supaya bisa masuk UI. Dan gua nggak mau nyia-nyian kerja keras bokap gua yang selama ini memberikan nafkah untuk gua.

Akhirnya kita pulang ke rumah dengan rasa puas dan semangat belajarnya agar bisa terima jadi mahasiswa UI. SELESAI.

Ayah,  dia yang mengajarkan kita hal-hal yang nggak pernah kita duga  sama sekali dengan caranya sendiri. Dia mengajarkan kita kalau hidup itu jangan dibawa serius tapi dinikmatin saja.

Dia itu seperti teman kalo kita susah, dan selalu menemani kita bercanda disaat kita lagi senang, mungkin kalian menganggap ayah itu galak. Tapi sebenernya tidak, mereka ingin mengajarkan kita untuk tidak lemah menghadapi sesuatu. Ayah itu bukan galak, tapi tegas agar anaknya menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari ayahnya.



Terkadang ayah suka cuek kalo kita punya masalah, dan yang sering diajak curhat itu malah ibu kita. Tapi ayah itu selalu mengamati kita dari kejauhan. Dan mengatasi masalah anaknya itu tanpa basa basi lagi.

Terkadang ayah capek ketika pulang bekerja, tapi semangat mencari nafkahnya muncul lagi, ketika mereka melihat senyuman kita ketika kita lagi tidur terlelap.  Dan tanpa kalian sadari ayah mencium kening kita yang bertanda ayah sangat sayang kepada kita.



Dan buat kalian yang sudah tidak punya ayah lagi, do’akan ayah kalian biar tenang disana, mereka masih butuh do’a kalian.

Jadi intinya kalian harus bersyukur masih mempunyai ayah apalagi masih mempunyai ayah dan ibu itu harus bersyukur banget, dan janganlah kalian menyakiti mereka. Buat mereka senang dan janganlah durhaka kepada orangtua kalian.

Dan buat ayah, kau adalah pahlawan dalam kehidupanku.

Kau adalah pahlawanku, ayah.


Kurang lebihnya mohon maaf, wassalamualaikum Wr. Wb.


Selamat Hari Ayah. Buat ayah sedunia.

Minggu, 18 Oktober 2015

Tipe-tipe orang kalo nonton TV

Nonton Tv

Pada hari libur kalo nggak ada kerjaan apapun kita  pasti akan melakukan hal yang membosankan yaitu menonton TV, terkadang gua kalo nonton TV itu males, palingan kalo ada kayak Stand Up Comedy atau kartun atau cinta di musim cherry aja  nontonnya. Selebihnya gua mending main di luar ataupun futsal sendirian.

Tapi ketika kita lagi asik nonton TV ada beberapa tipe orang yang kalo nonton TV itu ngeselin banget kayak mantan kamu, ngeselin. Tapi ada juga yang biasa aja, ada juga yang heboh.

Oke daripada gua ngebahas kejauhan mending gua bahas point-pointnya aja.

1.     Yang Nontonnya biasa aja
nonton tvnya biasa aja

Tipe ini adalah orang paling cuek kalo lagi nonton TV, kalo lagi lucu dia diem aja, adegan berantem antara bangsa serigala dan bangsa vampir dia diem aja, adegan ikkeh (?) dia…. Ah sudahlah. Pokoknya dia diem aja kalo nonton TV.

Tipe ini paling enak, soalnya nggak ganggu kalo kita nonton TV. Dan dia biasanya orang yang jarang nonton TV karena terlalu sibuk dengan kegiatan dia.


2.     Yang kalo nonton TV suaranya di kencengin

Volumenya dibesarkan
Tipe orang kayak gini adalah tipe ngeselin banget, pas lagi nonton TV suaranya di fullin kadang pas lagi nonton D’Academy make spaker yang besar, kayak acara di kondangan jadinya L.

Dan kalo deket-deket sama tipe orang ini saat nonton TV mending menjauh aja daripada kuping pengang dan rusak. Dan solusi terakhir pecahin TVnya kalo dia lagi nonton TV.

3.     Tipe ibu-ibu nonton sinetron

ibu-ibu nonton Tv

Selain tipe ke-2 tadi yang ngeselin, tipe yang ketiga ini nggak kalah ngeselinnya. Dan biasanya kalo remote udah di tangan nyokap gua, udah ngambil remote udah kayak uji nyali ngambil remote di kandang hyena campur singa, campur macan. Pokoknya uji nyali banget ngambil remote dari nyokap gua.

Dan bukan Cuma itu aja, kadang nyokap gua kalo lagi nonton itu suka bawa sapu lidi sehabis nyapu halaman, doi nggak ganti baju atau naruh sapu lidinya dulu. Kalo ada sinetron yang dia suka langsung tancep gas nyalain TV, bahkan masuk rumah pun lupa ngelepas sendalnya saking buru-buru nonton tv.

Dan ketika adegan pemeran cewe yang baik disakitin sama orang jahat, nyokap gua langsung respon.
“kamu lemah banget sih jadi cewe!!!. Lawan dong lawan !!!!!” sambil melempar sandal ke arah Tv, terkadang ngelempar sapu lidi ke arah TV.

“mah, sabar mah itukan Cuma acting !” kata gua.

“BIARIN AJA MAMA KESEL SAMA CEWEK YANG LEMAH. Nanti kalo kamu nyari istri jangan yang lemah ya.?” Kata nyokap gua dengan nada kesal.

“jadi kalo nyari istri yang berotot, kumisan sama jenggotan gitu mah terus bulu keteknya bisa ngebanting orang, kayak atlit binaraga dong mah?” Tanya gua.

“yang nggak gitu juga kuatnya. Maksudnya nggak lemah dikit-dikit nangis kayak kuntilanak pas malem jum’at”

“oh oke, berarti nyari istri yang gampang nangis.?” Tanya gua lagi.

*digampar*

“mah, kok affan digampar?”

“itu ada nyamuk di muka kamu fan?”

“lah, ini kan tai lalat mah”

“lah, kirain nyamuk.”

“…………………..”

Habis ketika marah-marah ngeliat sinetron itu, nyokap gua langsung matiin TVnya, Tapi besoknya nyokap gua nonton lagi sinetron itu.

“Mah, kan kemarin udah kesel sama sinetron itu, kenapa ditonton lagi.??”

“iyah fan, mamah masih penasaran sama ceritannya.”

“LAH……. MAHH !!”

“……..”

Iyah begitu lah kalo ibu-ibu nonton sinetron, kalo udah kesel sama sinetronnya TVnya dimatiin. TAPI besoknya masih nonton sintron itu lagi, kan Ah sudahlah. Tapi gini-gini dia ibu gua yang paling baik di seluruh dunia. Nggak ada yang menyamai kasih sayangnya yang tulus, asik.


Tapi bukan cuman ibu-ibu yang nonton sinetron aja yang ngeselin, terkadang ibu-ibu yang nonton drama turki sama drama india malahan lebih ngeselin lagi, tapi untung ibu gua nggak suka nonton drama turki ataupun india, doi lebih suka nonton drama afrika selatan, anti mainstream.

4.     Yang kalo nonton TV, ngomong terus.

ekspresi ketika temen lu ngomong melulu saat nonton TV

Hampir sama sih sama yang poin 3 tadi, tapi yang ini lebih ngeselin lagi. Bukan Cuma ibu-ibu aja sih yang gini, yang lainnya juga bisa. Misalnya kalo lagi nonton ‘XXX Factor X” terus jagoannya tereliminasi, dia selalu ngomong-ngomong “wah jurinya curang nih” , “wah jurinya nggak punya telinga kali, suaranya bagus gitu.”,  “Katakan Peta !” oke yang terakhir abaikan.

Atau nggak pas lagi nonton D’terong-terongan pas ada si rizki ridho di acara itu.  “ahhhh rizki ridho ganteng bangetttt, ih emes-emes deh !!” oke mendingan lu matiin listriknya dan tidur.

Rata-rata orang yang kayak gini itu ngeselin, kalo lu pengen tenang saat nonton TV hindari orang tipe ini di dekat lu. Kalo nggak lu bakalan stress kalo lagi nonton TV bareng tipe orang kayak gini.

Dan kalo dia nggak mau diem, solusinya tutupin mulutnya make lakban, ikat dia. Sampe acara kesukaan kita selesai, dijamin kamu masuk penjara. L

5.      Tipe Bapak-bapak kalo nonton bola.

bapak-bapak kalo nonton bola

Yang ini hampir sama kayak poin ke-3 dan ke-4 tadi, iyah lu tau sendiri bapak-bapak kalo lagi nonton bola, apalagi klub kesayangannya udah heboh banget, lebih heboh dari ayu ting-ting habis diputusin shaheer sheikhurity, lah kok gua apal gossip sih L.

Bapak-bapak kalo lagi nonton tim kesayangannya main bola tetep aja make atribut lengkap mulai dari make jersey tim kesayangannya, sampe bawa bendera OI sama Slank kayak nonton di stadion, padahal mah Cuma nonton layar kaca doang. Dan apalagi kalo mau mencetak gol tim kesayangannya tapi gak jadi.”

“iyah, kribo menggiring bola sampe  masuk kandang… lalu mengumpannya dengan umpaan yang cantik bungg seperti raisa, pemain itu menerima umpannya lalu si kampret menendang keras dan GOOOLLLLL Kick, ah sayang sekali tipis bung, setipis dompet saya bung” kata komentatornya.

Bokap gua kalo komentatornya ngomong kayak gitu langsung di tonjok  TVnya. 

Dan kalo semisalnya tim kesayangannya itu kebobolan bokap gua pasti marah-marah.

“YAELAH PERTAHANANNYA LEMAH BANGET SIH KAYAK BENTENG TAKESHI …. WOY PELATIH STRATEGINYAAA YANG BENER DONG.. MASA GITU AJAA KEBOBOLAN.” Bokap  gua marah-marah.

“lah pak, kan ini di TV percuma bapak marahin pelatihnya, kan pelatihnya gak bakal denger. L”

“oh iyah fan. Bapak lupa soalnya bapak kesel banget sama pelatihnya, masa gampang banget kebobolannya.” Kata bapak gua.

“…….”

Dan kalo tim kesayangannya itu mencetak Goal dan menang.

“GOOOLLLLLL WOHOOOOOO” kata bokap gua sambil teriak dan salto, sampe dia lupa kalo dia lagi asam urat.

“aduh kaki bapak sakit nih. Duh !!” Kata bokap gua.

“lah bapak terlalu semangat sih, kan bapak lagi asam urat L”

“iyah luupa fan.. L”

“………………..”
Walaupun berbeda-beda cara nonton TVnya yang penting jangan lupa makan kacang garuda dan minum the botol sosro. *promosi*. Dan berbeda-beda itu indah, makannya Negara itu menganut bhineka tunggal ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Dan perbedaan janganlah dijadikan suatu permusuhan.

Oke mungkin segitu aja dari gua, mungkin masih banyak lagi tipe-tipe orang yang lagi nonton TV lagi versi kalian, tapi versi gua cukup segini aja , mungkin kalian termasuk dalam tipe yang gua sebutin tadi?. Kurang lebihnya mohon maaf, bila ada kata-kata yang salah mohon diamaafkan ini hanya hiburan belaka. Wassalamualaikum Wr. Wb. Salam kacang garuda.

Sabtu, 26 September 2015

Idul Adha

Shaun The Sheep pengen di qurbanin

Pada hari raya idul adha biasanya identik dengan berqurban, dari qurban sapi, kambing, sampe qurbanin perasaan. Iyah dalam islam kita di wajibkan bagi yang mampu, untuk menyisihkan sedikit rezeki kita untuk orang-orang yang tidak mampu.

Supaya masyarakat yang tidak mampu bisa merasakan nikmatnya makan daging yang mempunyai banyak protein. Allah itu adil.

Dan Berqurban ini yang mengajarkan pertama adalah nabi Ibrahim a.s dan anaknya nabi ismail a.s, pada saat itu nabi Ibrahim tidur dan dalam mimpinya, allah menyuruh nabi Ibrahim untuk menyembelih nabi ismail.

Pada saat itu nabi Ibrahim langsung bangun dan kaget dengan permintaan allah, tapi karena itu perintah allah, nabi Ibrahim melaksanakan perintah itu. Diapun menanyakan ke nabi ismail, dan nabi ismail pun menerima dengan lapang dada, karena semua yang hidup pasti akan kembali ke asalnya (allah). Pada saat sebelum nabi Ibrahim menyembelih nabi Ismai, beliau pun terkejut nabi ismail diubah oleh allah menjadi seekor domba, dan nabi ismail pun tidak jadi disembelih, yah kurang lebih cerita singkatnya seperti itu.

Nah ini gua mau cerita pengalaman gua tentang idul adha.

Pagi hari itu H-1 sebelum kambing dan sapi menemui ajalnya gua bangun, yang biasanya gua mendengar suara nyanyian merdu SCTV goyang jigo goyang dua lima. Sekarang gua mendengar suara yang tidak enak di dengar yaitu suara kambing dan sapi. Yang satu teriak “embeekkk”, yang satu teriak “moo” mungkin kalo disatuin bisa jadi panduan suara tuh.

Bila suara kambing dan suara sapi di terjemahin ke dalam bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD yang benar, mungkin terdengar kayak gini. “SIAPA SAJA TOLONG LEPASIN GUA WOYY, GUA MASIH PENGEN HIDUP, GUA PENGEN NGERASAIN  KAWIN  WOYY” yah kurang lebih seperti itu bila di translate ke bahasa Indonesia.

Gua sebenernya merasa iba dengan suara desahan kambing dan sapi itu. Rasanya pengen nolongin, tapi itu kambing sama sapi orang kalo gua lepasin nanti orangnya marah, yah akhirnya gua nggak jadi menolongi mereka.

Karena gua nggak mau sedih mendengar rintihan sapi dan kambing tersebut, yah akhirnya gua main aja ke teman gua, kalo dirumah terus dan mendengar desahan kambing dan sapi, rasanya tekanan batin banget lah. Terkadang manusia memang kejam.

Tapi ketika gua main kerumah temen gua, tetangganya teman gua juga mempunyai kambing yang pengen di jadiin qurban, lalu gua melihati kambing itu, dan kambing itu melihatin gua balik, gua pun jadi salah tingkah.

Dan kambing itu melototin gua, seakan-akan dia ngomong, “WOY LEPASIN NGGAK. KALO NGGAK LU YANG JADI QURBAN BESOK !!!” gua pun jadi takut dengan kambing tadi, akhirnya gua langsung kabur kerumah temen gua, dan teriak-teriak.

“TOLONG-TOLONG KAMBING ITU MELOTOTIN GUAAA !!!. TOLONG !!.” Teriak gua.

Dan orang-orang disanapun malah ngetawain gua, mereka nggak tau rasanya di melototin kambing itu kayak gimana. Dan pada hari itu gua jadi phobia sama kambing.

Setelah itu gua ngumpul bareng temen-temen gua, dan janjian takbiran malem-malem.

“bro nanti malem takbiran yuk!” kata ujang.

“ayuk nanti habis sholat isya kita ngumpul buat takbiran.” Kata jono.

“ujang kamu jangan lupa bawa kentongan sama pukulanya, kalo kamu jono bawa panci atau apa kek yang bisa dibunyiin misalnya bel sekolah, kalo kamu affan, kamu bawa speaker dan TOA. Kalo gua bawa obor, obor olimpiade” Kata tio.

“lah, gua kok bawanya banyak banget??” Tanya gua ke tio.

“eh yaudah deh, kamu bawa toa aja, kalo bisa toa masjid kamu ambil biar suaranya kenceng. Kalo yang lain setuju nggak??” kata tio.

“SETUJUUU !!!” teriak semuanyaa

“OKE, nanti malam kita kumpul habis isya yah”

“okee”

“……….”

Dan sehabis ba’da isya kita semua ngumpul dan takbiran mengelilingi komplek di perumahan gua. Dan sambil bawa alatnya masing-masing.

“allahuakbar…allahuakbar…allahuakbar, laillahaillaullahuwallahuakbar allahu akbar wallilla ilham.” Sambil takbiran mengelilingi komplek.

Kita ini kayak buruh yang demo minta upah dan gajinya di naikin.

Beberapa jam ketika lagi takbiran, kita melihat sapi ngamuk dan lari-lari mngelilingi perumahan, sapi itu pun dikejar oleh banyak orang. Rupanya sapi itu nggak mau terlepas ketika pengen di iket di lapangan dekat masjid.

Sapi itupun seperti berteriak “TOLONG-TOLONG SAYA MAU DIBUNUH !!” teman-teman gua pun langsung menghentikan takbiran dan membantu orang-orang menangkap sapi yang terlepas itu.

“coy, kita harus bantuin nangkep sapi itu !!” kata tio

“ayukk !!” kata ujang dan jono.

“nggak ah, gua mau pulang aja.” Kata gua sambil agak-agak ketakutan.

“Lah kok lu pulang sih fan.? Cemen lu.. !!” kata ujang.

“bukannya cemen jang, perut gua sakit nih, pengen membuang hadats besar terlebih dahulu dari perut gua.”

“oh yaudah sono, tapi nanti balik lagi”

“okeee”

“…….”

Gua balik ke rumah aslinya nggak pengen mendengar rintihan sapi yang ditangkep para warga, makanya itu gua sepik pulang, pengen buang air besar. Karena gua punya rasa simpatik dan telkomsel yang tinggi terhadap para binatang, terutama sapi dan kambing. Makanya kalo gua ngeliat sapi tadi, gua pasti nangis Kristal.

Setelah sapi ditangkap, gua balik lagi dan melanjutkan takbiran. 2 jam kemudian gua pulang lalu tidur, supaya besoknya bisa sholat subuh dan sholat ied pagi-pagi.

Hari pemotongan pun tiba.

Gua bangun pagi, mendengar suara desahan kambing dan sapi semakin besar, akhirnya gua make headset dan suaranya gua fullin biar nggak kedengar suara sapi sama kambingnya. Dan sapinya gua dengerin lagu opick biar bisa tenang menghadapi ajalnya yang sudah di depan mata.

Pagi-pagi setelah sholat subuh, lalu gua langsung pergi ke masjid untuk menjalankan sholat ied.

Setelah sholat ied, hari yang paling ditakuti kambing dan sapi dating, yaitu pemotongan hewan qurban, persiapan gua adalah memakai headset dan biar nggak kedenger suara desahan kambing dan sapi ketika acara pemotongan.

Waktu menunjukan pukul 8, sapi pertama pun siap di potong. Hari berduka bagi para keluarga sapi dan kambing. Tapi kasihan juga yah kalo sapi sama kambingnya di potong, nanti anaknya bakal jadi yatim dong L, terkadang manusia tidak mempunyai peri kebinatanganya yah L.

Sapi pertama pun sempat ngamuk saat ingin disembelih, akhirnya gua minta ijin ke pak ustad.

“Pak ustad, sapinya bandel nggak mau disembelih nih, gimana motongnya bukan ngadep kiblat, ngadep guru BP aja biar tenang.” Kata gua.

“EMANG INI ANAK BANDEL, DIHADEPIN SAMA GURU BP !!!” kata pak ustad.

“maaf pak ustad L”

Akhirnya setelah dibacain takbir, sapi yang dipotong itu jadi tenang dan mau disembelih, gua pun juga membisikkan ke sapinya.

“sapi, kamu tenang yah, kalo kamu dipotong pasti kamu langsung masuk surga kok tanpa siksa kubur. Nanti aku bakalan ke kubruan kamu terus kok ngedoain kamu” Bisik gua ke telinga sapi sambil mengusap kepala dan mencium keningnya, duh so sweet.

Dan sapinya gua bisikin dua kalimat syahadat, biar meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Akhirnya sapi itu dipotong dengan keadaan tenang. Dan tidak ngambek.

Sama seperti sapi pertama, sapi yang lainnya pun gua bisikin seperti itu, dan kambingnya pun juga gua bisikin seperti itu, biar disembelihnya tenang dan tidak ngamuk.

Setelah selesai pemotongan hewan qurban, ada bapak-bapak yang nyeloteh.

“fan, sekarang giliran kamu yah yang disembelih?” celoteh bapak itu.

“nggak pak, daging saya gelonggongan kebanyakan air.” Kata gua.

“haha !” ketawa bapak itu.

Resiko jadi orang gendut itu gini. Pas pemotongan hewan qurban pasti sering dibercandain kayak gini, nasib. Tapi gua tetap bersyukur atas apa yang diberikan allah kepada gua. Dan jangan pernah ngluh atas apa yang allah berikan kepada kita.

Setelah pemotongan dan pembagian hewan qurban selesai, malemnya gua diajak sama anak-anak remaja masjid buat bakar-bakar sate.

“fan, nanti ke rumah gua yah kita pesta sate.” Kata tofiq ketua remaja masjid.

“okee, ada pesta bikininya juga nggak mas.???” Kata gua.

“NGGAK ADA LAH FAN!!!, jangan lupa yah nanti malem habis sholat isya ke rumah gua.??”

“yah, oke mas”

Malem pun datang, gua pun nggak sabar pengen pesta sate di rumah temen gua,  gua pun mempersiapkan baju yang di pake gua buat ke pesta bakar sate kambing. Gua make jas, celana jeans dan dasi merah yang ada tulisannya “tut wuri handayani”.

Sehabis isya, gua pergi ke rumah teman gua, memakai baju yang gua bilang tadi, baru beberapa langkah jalan dari rumah, tiba-tiba gua melihat anak bocah bau kencur SD yang pacaran dan mungkin lagi berantem. Yang satu ngomong gini.

“Aku tuh capek sama kamu, kamu kayak anak kecil” kata anak  SD yang cewe.

Yaampun gua ngeliat itu rasanya pengen muntah, ini akibat dari sinetron yang nggak mendidik nih, pasti. Akhirnya gua samperin anak SD yang lagi berantem sama pacarnya.

“dedek. Kan dedek emang anak kecil. Jangan pacaran de masih SD, kaka aja nggak pernah pacaran loh padahal udah gede.” Kata gua.

“DIEM, INI URUSAN PRIBADI, LO NGGAK USAH IKUT-IKUTAN !!!!!” kata anak SD tadi.

Rasanya gua pengen ngebanting menara Eiffel ketika gua mendengar bocah SD tadi, tapi karena gua sabar, baik dan ganteng, akhirnya gua nggak jadi marah dan pergi dari hadapan bocah SD tadi.

Beberapa menit kemudian gua nyampe di rumah temen gua, ternyata temen-temen gua udah pada ngumpul buat bakar-bakar sate.

“bro lu lama amat.?” Kata temen gua.

“iyah nih bro, tadi gua ada urusan ngeladenin anak SD yang berantem.” Kata gua.

“oh gitu, yaudah sini bakar-bakar sate.”

“nggak ah bro, gua nggak mau bakar sate, nanti kabut asapnya nggak hilang-hilang malah jadi nambah.” Kata gua.

“APA HUBUNGANNYA CUK !!!”

“iyah soalnya penyebab kabut asap nggak hilang-hilang adalah 1. Karena hutannya kebakar dan yang ke  2. Pada bakar sate pas idul adha.” Kata gua.

“terserah lo. Dah.”

“eh tapi gua ikutan makannya aja yah.” Celoteh gua.

“ye kampretttt” 

Yak selesai.

Berqurban mengajarkan kita agar kita saling berbagi terhadap sesama terutama orang-orang yang membutuhkan, karena orang yang membutuhkan pengen juga ngerasain nikmatnya daging yang mengandung banyak protein dan lemak ini.

Dan berqurban mengajarkan kita buat mengikhlaskan harta kita (kambing ataupun sapi) di sembelih dan dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Yah seperti cerita nabi Ibrahim dan nabi ismail, yang ikhlas menerima karena itu memang perintah Allah Swt.

Oke sekian dari gua, bila ada kata yang salah dan menyinggung mohon dimaklumi karena gua niatnya bercerita dan bergurau saja, tidak bermaksud apa-apa, sekian dari gua wassalamualaikum Wr. Wb. Salam daging qurban.