Anime

Senin, 01 September 2014

Benda Yang Diminta Anak Zaman Sekarang Kalau Punya Doraemon


Siapa coba di sini yang nggak tau Doraemon? Pasti pada tau.

Doraemon adalah salah satu tokoh kartun fenomenal di Jepang, bahkan di dunia. Robot kucing ini sangat populer akibat memiliki kantong yang isinya alat-alat ajaib. Karena isinya alat-alat ajaib, makanya dinamainnya kantong ajaib. Coba kalau isinya sayuran. Pasti namanya kantong kresek.

Nah, sayangnya, Doraemon cuma ada di film kartun. Kalau ada di dunia nyata. Pasti bakalan dimintain alat-alat kayak gini sama anak zaman sekarang:

1. Pintu Ajaib
Kita tau, di Jakarta itu mau di mana aja macetnya nggak berkepribensinan. Sekalinya nggak macet, tengah malem. Masalahnya, Jakarta itu wilayahnya luas. Jadi kalau mau pergi ke suatu tempat, ya jadi males gara-gara jauh dan macet.

Nah, kalau ada Doraemon pasti yang dimintain pintu ajaib. Kan enak kalau ada pintu ajaib. Tinggal buka pintu, langsung nyampe. Pas solat Jumat juga kalau lagi males ke mesjid enak. Tinggal ngangkangin pintu, terus solat deh dari kamar.

2. Senter Pembesar
Doraemon juga punya alat yang namanya Senter Pembesar. Senter Pembesar ini kemampuannya bisa memperkecil atau memperbesar benda apa pun. Kebayang kan, kalau mau pindah rumah, nggak usah repot-repot lagi beli rumah. Tinggal senter. Pindahin deh ke Menteng.

Atau menjelang puasa gini senter pembesar juga dibutuhin nih buat kebanyakan orang. Buat memperbesar keimanan. Subhanallah.

3. Mesin Waktu
Kasus percintaan yang marak pada zaman sekarang: nggak bisa move on. Kalau ada Doraemon, alat yang paling banyak dipinjem pasti mesin waktu. Biar bisa balik lagi ke masa lalu. Ke masa masih pacaran sama mantan tersayang.

Atau buat anak yang cinta Sejarah. Dia bakal make mesin waktu untuk kepentingan kemerdekaan, kayak, ngetikin teks proklamasi di Microsoft Word, minjemin mesin jahit ke ibu Fatmawati, atau ngegebukin tentara Jepang.

4. Pil Mandi
Persoalan anak zaman sekarang pas lagi libur adalah males mandi. Ngalungin handuknya udah dari berapa hari yang lalu, mandinya baru sekarang. Selalu kayak gitu.

Dengan adanya Doraemon kan enak. Kita nggak perlu lagi repot-repot buat ke kamar mandi. Cukup minta pil mandi. Pil yang kalo kita minum, langsung jadi mandi.

Atau kalau nggak ada pil mandi, minta pil ganteng. Biar pas minum langsung jadi ganteng. Tapi tetap sih yang minum pil ganteng bisa kalah sama yang minum pil kaya.

Kalau Doraemon beneran ada, kamu minta apa? Jangan minta nafkah ya…

Rabu, 27 Agustus 2014

Alasan Orang Memendam Perasaan

 


Hidup ini rumit untuk orang yang memendam perasaannya.

Memendam sama halnya dengan menimbun sampai nantinya penuh atau bahkan sesak, tapi nggak pernah dikeluarin (diungkapin).

Memendam perasaan itu serba salah dan capek, kayak lagunya Raisa, coba aja nyanyiinnya sambil main futsal. Di satu sisi dinilai egois karena hanya menikmati perasaan cinta itu sendiri, namun di sisi lain jika diungkapkan takut nantinya menghancurkan keadaan, menghancurkan apa yang udah tertata dengan baik.

Kanda yakin hampir semua orang pernah mengalaminya –memendam perasaan, dengan sedikit torehan pengalaman pribadi dan curhat dari beberapa orang, inilah alasan mengapa orang memendam perasaannya.


1. Takut Merusak Kedekatan yang Sudah Terjalin

Sebuah kebersamaan itu nggak ternilai harganya. Kebersamaan dalam rentang waktu yang lama pasti itu udah deket banget, dan nggak menutup kemungkinan menumbuhkan rasa di dalam hati salah satu di antara kamu atau si dia. Contoh paling sederhananya adalah persahabatan.

Nah, ketika kamu sadar rasa cinta itu tumbuh ketika persahabatan itu sudah terlanjur jauh, apa daya? Banyak persahabatan yang udah terjalin lama rusak hanya karena salah satunya jatuh cinta, dan kecewanya, sahabatmu nggak bisa menerima hal itu karena udah dianggap sahabat, nggak lebih dari itu.

Makna persahabatan itu udah berbeda ketika kamu menatap matanya dengan binar rasa ingin memiliki, bukan binar teduh seorang sahabat.

Kalo kamu nggak bisa menahan diri, lambat laun pun dia pasti merasakan tanda-tanda perubahan pada diri kamu terhadapnya, celakanya, dia merasa nggak nyaman dan memutuskan untuk menjauh. Rusaklah persahabatan itu. Oleh karena itu, beberapa orang memilih memendam perasaannya karena takut merusak kedekatan yang sudah terjalin.

Persahabatan dapat melahirkan cinta, tapi cinta belum tentu dapat memperbaiki persahabatan yang rusak karena cinta itu sendiri.


2. Dia Udah Punya Pacar

Salah satu alasan yang paling umum kenapa orang memendam perasaannya adalah karena orang yang dicintainya udah punya pacar. Nggak mungkin kan kamu ngungkapin perasaan kamu dalam kondisi tersebut? Melihat posisi kamu di matanya sebagai ‘siapanya’.

Selain karena nggak etis, tentunya kamu akan merusak dua hal: hubungan kamu dengan dia dan hubungan dia dengan pacarnya. Saat dia tau kamu cinta sama dia, sudah pastilah terbit rasa yang berbeda di antara kalian.

Bisa aja dia juga ternyata cinta sama kamu, tapi udah terlanjur punya pacar. Dan pacarnya lamat-lamat tau ada yang berubah dalam diri dia setelah kamu mengungkapkan perasaan, lalu pacarnya meminta dia menjauhi kamu. Kalo kamu beruntung, dia akan memilih kamu, tetapi kalo enggak? Kamu telah menghancurkan tiga orang sekaligus. Kamu, dia, dan pacarnya.

Karena itulah beberapa orang memilih memendam perasaannya, daripada harus mengambil risiko yang terlalu berbahaya.

3. Dia Belum Bisa Move On

Kenapa kenangan itu terasa manis? Karena nggak akan pernah bisa terulang lagi. Sekali pun kenangan itu dicoba untuk terulang lagi dengan waktu, tempat, orang, dan kondisi yang sama, semua itu hanya replika. Semua itu hanya rekayasa yang dibuat seolah sempurna.

Beberapa orang memiliki kenangan yang begitu berharga, yang membuat dia nggak bisa melupakan masa lalunya meskipun dilakukan dengan berbagai cara, terlebih banyak hal berharga yang pernah dia raih dan dijalani bersama dengan seseorang yang begitu dia cintai di masa lalunya. Kenangan itu membekas terlalu dalam di dalam hatinya sehingga dia belum bisa move on.

Dalam kondisi ini, adalah sebuah hal percuma bila kamu membantunya beranjak. Selain karena itu bukan hak dan porsi kamu meskipun permintaannya, itu juga hal yang sia-sia apabila dia memang terlalu mencintai masa lalunya, dan belum benar-benar ingin beranjak.

Makanya, orang yang dihadapkan pada situasi ini lebih memilih memendam perasaannya dan sabar menunggu hingga tiba waktunya orang yang dia cintai benar-benar move on, daripada harus berjuang dari sekarang dan rasa itu harus mati sia-sia karena cuma dijadikan pelampiasan.

4. Dia Cinta Sama yang Lain

Pekerjaan paling sia-sia adalah menasihati orang yang sedang jatuh cinta.

Benar sekali, Kisanak. Petuah dari Petruk, salah satu tokoh dunia perwayangan ini memang sangat benar adanya. Coba aja kamu nasihatin temen kamu yang lagi jatuh cinta sama orang yang kamu tau sebenarnya nggak baik buat dia, pasti 90% dia nggak denger omongan kamu. Denger sih, bilang “iya” sih, tapi nggak dilakuin.

Apalagi kalo kamu nasihatin dia yang lagi jatuh cinta sama yang lain dalam posisi kamu mencintai dia. Selain kamu bakal makan hati karena dia nggak dengerin, dia juga pasti jadi risih sama kamu. Kamu siapanya dia ngelarang-larang jatuh cinta? Oleh karena itu, daripada nantinya hanya akan berakhir sia-sia, kamu memilih memendam perasaan itu aja.

Tak ada yang lebih tulus dari seseorang yang sudah tau sejak awal akan disia-siakan, tapi tetap tak berhenti mencintai.

Dari quote di atas, kamu bisa merenungi dengan sedikit kasar bahwa tulus dan tolol itu sebenarnya beda tipis. :)


5. Gengsi

Sejak zaman Fir’aun masih melakukan metode door to door untuk dagang propolis, gengsi itu akar permasalahan serta penghambat paling annoying dalam sebuah hubungan. Dan yang paling sering merasa gengsi ini adalah cewek. Dan memang sudah dipatenkan kodratnya cewek itu nggak memulai duluan, iya kan, girls?

Tapi sayangnya, gengsi itu nggak selalu melahirkan keajaiban berupa membuat dia tau dan sadar kalo kamu cinta sama dia, apalagi membuat dia merasakan hal yang sama. Penyebabnya sederhana banget: karena dia nggak tau.

Sebab itulah cewek lebih baik rela menunggu lama dan memendam perasaannya seraya melakukan manuver kode triliyunan kali sambil berharap penuh dalam gengsinya sang gebetan tau dan sadar.

… Mungkin aja sih dia tau dan sadar, tapi kalo ternyata dia nggak cinta sama kamu gimana? Dia akan tetap diam. Kesannya gak peka, padahal memang gak suka.

INI ADA GAMBAR BUAT KAMU YANG SEDANG MEMENDAM PERASAAN
 

Selasa, 19 Agustus 2014

Kompilasi Gambar Larangan Merokok yang Dijamin Efektif

 
Untuk mengurangi jumlah perokok, beberapa pabrik rokok berinisiatif ngasih gambar-gambar yang serem ke bungkus rokoknya. Tujuannya sih biar jijik gitu. Tapi sayangnya perokok di Indonesia itu kebal-kebal. Ternyata itu semua belum cukup.

Orang bentuk bungkusnya yang diubah-ubah, bukan rokoknya. Coba rokoknya. Misal, rokoknya dikasih aroma ketiak supir mikrolet yang belum mandi dua minggu. Atau bisa juga isi rokoknya diganti. Dari tembakau, ke bubuk mesiu. Jadi begitu nyalain rokok, duarrr, meledak. Dijamin kalau gitu pasti pada pengin berhenti.

Emang sih, upaya ngasih gambar serem ke bungkus rokok tujuannya positif. Tapi, alangkah baiknya diganti dengan gambar-gambar yang kayak gini supaya lebih efektif lagi:



Siapa yang nggak tau Suzanna? Artis film horror jaman dulu ini seremnya minta ampun. Konon katanya, dia aslinya juga serem. Punya kekuatan-kekuatan gaib gitu deh. Dia juga sering bertapa di ruangannya Nyi Roro Kidul.

Gimana nggak serem coba kalau dia yang nongol di bungkus rokok. Lagi enak-enak ngerokok, taunya bau melati.


Pernah tau cewek yang di foto ini? Nggak, kan? Hahaha sama.

Tapi biasanya, cewek ini kalau main sinetron perannya galak. Mau dipelototin? Kan bete juga ya lagi ngerokok malah diomel-omelin sama bungkusnya.


Kalau kamu pernah nonton film Kungfu Hustle, pasti kamu tau sama mpok-mpok ini. Buat yang belum tau, mpok-mpok ini orangnya galak banget. Dia ini orang yang punya kontrakan rumah susun gitu deh. Jadi kalau ada yang nunggak, kelar udah diteriakin pake auman macan.

Dijamin hasrat untuk ngerokok kamu berubah jadi hasrat nabung buat bayar tunggakan kosan atau kontrakan.


Bayangin aja, lagi mau ngerokok, tapi pas mau ngambil tiba-tiba Raisa nongol di depan kita sambil ngomong, “Aku nggak suka kamu ngerokok.”

Gileeeeee! Gimana dengkul nggak lemes coba.

Tau sosok orang ini? Masih mau ngerokok?!

Menurut kamu, biar perokok berenti harusnya dikasih gambar apa ya? Caption-nya apa? Tambahin dooong.

Kamis, 07 Agustus 2014

Tips Cepat Beradaptasi di Kelas atau Sekolah Baru



Tahun ajaran baru, artinya ada yang masuk ke sekolah baru, ada juga yang masuk ke kelas baru. Tentunya, kalau kita pindah ke lingkungan baru, kita butuh yang namanya adaptasi. Nggak ada orang yang bisa nyaman begitu aja ketika mereka berada di lingkungan baru.

Nah, di sini masalahnya. Banyak orang yang bermasalah ketika mereka lagi berada di proses adaptasi. Kalau berhasil, dia nyaman. Kalau nggak, ya nggak betah.

Buat yang mau masuk kelas/sekolah baru, ini ada tips nih gimana caranya cepat beradaptasi di kelas/sekolah barunya kamu. Biar betah.

1. Cari Temen
Orang yang masuk ke lingkungan baru, biasanya suka ngerasa kesepian. Dan emang kesepian sih, soalnya nggak ada yang dikenal. Kecuali kalau dia ke lingkungan barunya bareng sama temennya.

Naaah, biar nggak kebanyakan diem, pas lagi di kelas atau sekolah baru itu kamu SKSD aja. Cari orang yang kerjaannya sama kayak kamu. Bengong-bengong. Trus samperin deh dengan gaya-gaya leader MLM,

“Anda punya teman? Ingin punya banyak teman dalam waktu seminggu? Aha! Saya punya solusi untuk anda-anda yang nggak punya teman. Caranya? Gampang! Mari berteman.”

2. Rajin Nyeletuk
Adaptasi selalu berkaitan dengan kenyamanan diri sendiri. Kalau kitanya nggak nyaman, otomatis adaptasinya gagal.

Biar kamu ngerasa nyaman, coba deh rajin-rajin nyeletuk di kelas. Misalnya guru lagi nanya, “Siapa pendiri tugu monas?” kamu jawab aja, “Kuli bangunan, Bu!”. Dengan begitu, (semoga) teman-teman kamu ketawa. Kalau udah ketawa, nanti timbul perasaan lega deh. Dari situ seiring berjalannya waktu bakalan nyaman sendiri. Lalu jadian.

Note: risiko nyeletuk ditanggung oleh penyeletuk.

3. Aktiflah
Kalau selama berada di kelas/sekolah baru kamu kebanyakan diem, ya sebenernya kamu sendiri yang bikin adaptasi kamu gagal. Solusinya? Jangan pasif. Tapi aktif.

Coba kalau lagi nggak ada guru di kelas, kamu sering berbaur sama orang. Orang lagi ngobrol apa, kamu nimbrung aja. Asal nyambung. Jangan udah sok nimbrung, eh nggak nyambung. Malah dibilang sok asik itu sih, atau sox a6 (sok asix).

4. Bikin Kerusuhan
Kalau emang suasana kelas atau sekolah baru kamu hening banget, coba bikin kerusuhan. Karena dengan bikin kerusuhan lah bakal keliatan mana yang sebenernya orang yang rese, pendiem, dan sebagainya. Soalnya, yang diem itu bukan berarti dia nggak rusuh. Bisa jadi dia lagi mantau keadaan. Terus nunggu ada yang bikin kerusuhan duluan, baru dia ngikut.

Banyak sih contoh kerusuhannya. Misal, suasana lagi hening, terus kamu lari ke depan kelas sambil teriak, “OY PENONTOOOOON! KOOOK SEEPI SIH?! Tet-tet-tet-tet-tet-tereret~”

Tuh, buat yang susah adaptasi. Coba praktikin!
Ada yang punya tips lain?

Jumat, 18 Juli 2014

Cara Menghadapi Masa Orientasi Siswa - MOS

Beralih dari hingar bingar Final Piala Dunia 2014, para pelajar di Indonesia juga bakalan dihebohkan pada pagi hari ini. Pasalnya di pagi hari ini adalah hari yang paling menegangkan sekaligus menyenangkan dikarenakan 18 Juli 2014, kali pertama para pelajar menjalani tahun ajaran baru. Khususnya para pelajar yang baru mengenyam pendidikan SMP atau SMA bakalan menghadapi yang namanya Masa Orientasi Siswa (MOS).Masa Orientasi Siswa atau MOS adalah sebuah tradisi yang biasa dilakukan di sekolah-sekolah di Indonesia. Ceritanya sebagai ajang perkenalan sama sekolah gitu sih. Tapi ya pada akhirnya sih sebenernya cuma jadi ajang buat ngerjain adek kelas aja. Nah, karena hal ini, tentunya banyak di antara kamu yang jadi khawatir menghadapi MOS. Namun sesungguhnya kamu gak perlu khawatir! Kenapa? Karena hari ini Gua akan memberikan tips bagi kamu untuk menghadapi MOS!

1. Jangan Dimasukin Hati




Selama MOS, kamu akan banyak dibentak-bentak dan diteriak-teriakin, serta disuruh melakukan hal-hal yang sungguh memalukan. Mungkin hal ini akan membuat kamu merasa tertekan. Tapi jangan pernah dimasukin hati. Sesungguhnya orang-orang yang nge-MOS ini juga gak beneran bentak-bentak dan marah sama kamu kok. Mereka kan cuma sok galak aja biar kamu agak takut dikit gitu. Kalo kayak ginian kamu masukin ke hati mah kamu rugi sendiri deh. Cuek aja.

2. Banyak - Banyak Senyum
Senyum yang indah

Senyum akan sangat membantu kamu dalam melewati MOS lho. Selain akan membuat semuanya terasa lebih menyenangkan, senyum-senyum akan membuat kakak-kakak kelas yang nge-MOS kamu jadi agak segan sama kamu. Moso mereka mau jahat sama orang yang senyum-senyum? Selain itu mungkin mereka juga bakal jadi agak takut sama kamu, soalnya kamu udah dibentak-bentak tapi kok malah senyum-senyum? Jangan-jangan kamu psycho? Jangan-jangan abis MOS kamu bakal membunuh mereka semua satu per satu?

3. Deket - Deket Sama Yang Populer
Dekat dengan kakak kelas

Dengan berdekatan sama yang populer, maka segala perhatian kakak kelas kamu akan tertuju sama yang populer dan kamu akan diabaikan. Kenapa begitu? Ya sekarang analoginya gini deh: andaikata ada maling ngeliat mobil Ferrari Enzo sama Daihatsu Espass. Dua-duanya bisa dicuri. Menurut kamu dia bakal lebih tertarik untuk nyolong yang mana? Ya Ferrari Enzo lah! Nah demikian juga kalo kamu berdekatan sama yang populer. Kakak kelas kamu pasti bakal lebih tertarik untuk ngerjain temen kamu yang populer ketimbang kamu yang pastinya kurang populer. Populer di sini bisa macem-macem ya: cantik, ganteng, artis, ataupun banyak tingkah.

4. Bertindak Lebih Gila Dari Yang Di Suruh
bertindak lebih gila


Nah tapi gimana kalo akhirnya kamu tetep dikerjain juga? Ya kalo udah dikerjain ya sekalian aja, jangan tanggung-tanggung. Bertindaklah lebih gila dari apa yang disuruh sama kakak kelas kamu. Andaikata kamu disuruh nyanyi, nah kamu nyanyi sambil joget trus bugil. Ini pasti akan membuat kakak kelas kamu terhibur dan mereka akan jadi respek sama kamu. Kalo udah kayak gini kamu bakal jadi populer deh! Trus kamu bakal lebih sering di
kerjain. Tapi paling gak dikerjainnya karena kakak kelasnya suka sama kamu. Manteb!



5. Jangan Banyak Tingkah Kalo Nggak Mau dikerjain Para Senior OSIS

Banyak tingkah
kalo kamu tipe orang yang marah dan nggak suka dikerjain, usahain jangan banyak tingkah entah itu banyak omong, atau banyak tingkah yang nggak disuruh sama kakak kelasnya. karena kalo banyak tingkah pasti kamu jadi inceran kerjaan para kakak kelas. entah itu disuruh maju kedepan atau dikerjain lainnya. 

6. Kenali Tipe Kakak Kelas Lo Saat MOS

Kakak Kelas
Yang namanya MOS sudah tentu sungguh identik dengan kakak kelas. Kenapa identik? Ya karena biasanya sih kakak-kakak kelas ini yang bikin acara dan jadi pembina (baca: tukang ngerjain) kamu. Tapi sesungguhnya tidak semua kakak kelas itu sama adanya. Berikut ini adalah tipe-tipe kakak kelas saat MOS.

Kakak kelas Galak
Kakak kelas galak

Ini adalah kakak kelas yang pastinya menjadi pusat perhatian kamu. Bukan karena dia ganteng atau apa, tapi karena biasanya kakak kelas ini kerjanya teriak-teriak mulu ngebentakin kamu. Mereka ini kerjaannya muter-muter patroli, sambil ngeliatin anak-anak yang MOS satu persatu. Kalo ada yang gak berkenan di hati mereka pasti langsung dibentak. Tidak jarang juga mereka narik anak yang MOS keluar dari barisan untuk dikerjain lebih lanjut.


Kakak Kelas Baik
Kakak Kelas Baik


Biasanya sih cewek (atau cowok, tapi cuma baik ke cewek cantik). Mereka ini banyak senyum, gak pernah bentak-bentak, dan memiliki sikap kekakakan terhadap kamu. Kakak kelas model ini biasanya langsung menjadi favorit di kalangan para adek kelas, apalagi kalo dia cantik/ganteng. Kalo ada ajang ngirim surat cinta ke kakak kelas, biasanya yang beginian paling banyak dapet nih.

Kakak Kelas Populer
Kakak Kelas Populer

Nah, kalo ini adalah kakak kelas yang dari awal emang udah populer. Biasanya sih karena dia emang cantik/ganteng atau mungkin dia adalah artis ibukota. Nah, tapi populer ini bukan berarti dia itu pasti baik. Biasanya yang kayak gini bisa juga jadi kakak kelas galak. Bisa jadi malah galak banget. Tapi karena dia udah populer, biasanya kebrengsekannya ini akan dimaafkan oleh para adik kelas.

Kakak Kelas yang Kirain Baik
kakak kelas yang (kirain) baik

Ini adalah kakak kelas yang awalnya kamu kirain baik, karena dia banyak senyum dan gak pernah bentak-bentak. Eh ternyata ketika berurusan dengan masalah ngerjain, dia punya ide yang paling busuk. Ngerjainnya sih gak pake marah-marah, santai aja gitu. Tapi parah. Trus kamu jadi makin sakit hati deh karena kamu kecele.

Kakak Kelas Yang Mesum
Kakak kelas mesum

Nah ini sih biasanya cowok ya. Ini adalah kakak-kakak kelas yang ikutan jadi panitia MOS (atau berkeliaran di area MOS) dengan satu tujuan: untuk berburu adik kelas yang caem-caem. Biasanya sih kakak kelas yang model begini berburunya kurang berkelas gitu. Terang-terangan kayak mas-mas tongkrongan gitu deh. Biasanya yang gini-gini kalo ngerjain ujung-ujungnya minta nomer telepon gitu deh. Sebagai adik kelas tentu gak enak dong kalo gak ngasih.

Kakak Kelas Cemen
Kakak kelas yang cemen

Nah, ini ada beberapa jenis nih. Bisa jadi emang dia adalah kakak kelas yang sungguh tidak populer sampe-sampe kamu gak tahu kalo dia adalah kakak kelas kamu, tapi bisa juga dia adalah kakak kelas yang maunya galak tapi gak serem trus jatuhnya malah jadi culun. Udah gitu kalo ngerjain gak lucu trus situasi malah jadi awkward gitu. Biasanya sih kakak kelas model ini juga bukan merupakan orang populer gitu di sekolahan. Gak asik lah pokoknya.


Selasa, 15 Juli 2014

Alasan Kenapa Dia Tiba-Tiba Ngejauh




Sering banget kejadian, saat kamu senang karena merasa tahap PDKT sama sang gebetan akan berhasil, eh nggak ada angin dan nggak ada acara live yang nayangin Limbad lagi narik mobil tronton pake jambangnya, dia malah ngejauh, bahkan hilang secara tiba-tiba. Meninggalkan sebuah tanda tanya besar di pikiran kamu, iya tanda ‘?’ yang udah beranjak dewasa. Peristiwa ini tentunya membuat kamu nyesek level: udah mau selebrasi gol, eh ternyata kena offside. Lalu kamu menerawang jauh ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat, untuk bertanya kenapa ya kira-kira dia ngejauh? Mungkin alasannya ada di bawah ini.

 1. Saingannya Terlalu Berat

Semua orang pasti punya kriteria atau standarisasi mengenai pasangan idaman, termasuk kamu. Iya kan? Jujur aja deh, pasti kamu pernah berangan-angan di atas pohon rambutan sambil nyabutin uban seraya berkata, “Gue pengin punya pacar yang mukanya kayak Zayn Malik, terus dia tajir, pinter, romantis, setia, dan bisa makan bubur pake sedotan.” Beruntungnya, kamu kayak bunga yang banyak dikelilingi kumbang, alias banyak yang ngedeketin. Tapi sayangnya, si dia yang kamu harapkan untuk maju memperjuangkan kamu malah ngejauh karena saingannya terlalu berat. Saingannya naik Mercy, dia naik otopet, ya pastilah dia minder banget dan memilih mundur.  Atau bisa jadi dia menjauh karena kamu terlalu sulit digapai karena kriteria kamu itu. Dia merasa nggak sanggup memenuhinya, oleh karena itu dia menjauh. Dia sadar diri bahwa dia nggak pantas untuk mendapatkan hati kamu.  Makanya, girls janganlah membuat hati kamu serupa jalan tol, yang boleh masuk cuma mobil doang. 

2. Dia Ilfeel Sama Kamu

Dalam fase PDKT, kita pasti melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hati sang gebetan. Tapi sialnya, namanya juga manusia, nggak ada yang sempurna, bisa aja di ujung PDKT dia malah ilfeel sama kamu. Penyebab dia ilfeel bisa bermacam-macam. Misalnya, karena kamu nggak sengaja bersin di depan mukanya pas lagi candle light dinner pake lilin imlek, atau kamu nggak sadar ngeluarin kebiasaan buruk kamu berupa ngelepehin makanan yang abis dikunyah ke lantai, terus dimakan lagi. Gimana dia nggak ilfeel? Tapi selain itu, penyebab dia ilfeel bisa jadi juga karena kriteria kamu terlalu tinggi. PDKT itu kan ada momen ketika kamu menceritakan diri kamu. Nah, mungkin saat kamu dipancing pertanyaan mengenai kriteria pasangan, lalu kamu menjawabnya dengan terlalu detail, atau berlebihan, atau malah kurang memuaskan dan cenderung oon. Sehingga dia merasa ilfeel sama kamu. Saat kamu lagi ngejelasin tentang kriteria calon pasangan idaman kamu, dia ngomong dalam hati. “Buset nih orang, Taylor Swift bukan, tapi kriteria pasangannya kayak Burj Khalifa, tinggi bener, tajem lagi ujungnya …”

  

3. Karena Ada yang Baru

Beberapa orang selektif memilih calon pasangan dengan melakukan PDKT nggak cuma ke satu orang aja, mungkin inilah penyebab si dia menjauh dari kamu. Iya, karena ada yang baru, makanya dia ngejauh. Kalo kamu introspeksi diri dan bertanya kenapa dia menjauh dari kamu dan lebih memilih yang baru? Mungkin jawabannya adalah, yang baru itu lebih baik dari kamu dari segi fisik atau perilaku, atau keduanya. Dan tentunya, yang terpenting, ‘yang baru’ itu lebih mudah digapai karena kriteria pasangan nggak macam-macam, nggak kayak kamu. Kamu tau rasanya kayak makan pare terus minumnya jus biji karet? Pahit banget. Pahit, seperti kenyataan bahwa dia menjauh dari kamu karena ada yang baru.  

4. Balik Lagi Sama yang Lama

Abang Affan menganalogikan fase PDKT itu ibarat proses jual beli. Ya, walaupun terbaca kasar tapi beginilah adanya. PDKT itu waktu ketika kamu memberikan penawaran terbaik untuk pembeli, yaitu sang gebetan. Anggaplah diri kamu adalah toko yang menjual sesuatu yang dia butuhkan. Saat dia mengunjungi toko kamu dan menilai bahwa toko yang lama ternyata lebih bagus dan sesuai dengan kemampuan dia, kenapa nggak balik lagi ke toko yang lama? Mungkin itulah sebabnya dia ngejauh dari kamu dan memilih ‘yang ‘lama’, kasusnya nggak jauh beda kayak poin sebelum ini. 

  


Cinta itu kadang membuat kita harus meninggikan harga jual, atau malah menurunkannya agar terjangkau. 

5. Emang dari Awal Nggak Niat

Sadar nggak sih kalo kita salah mengartikan tujuan seseorang? Salah satunya adalah 
menganggap orang yang berbuat baik itu memberi harapan, padahal kan belum tentu, dan sialnya kamu udah kegeeran duluan. Kalo ada teknologi yang diciptain buat ngasih tau mana orang cuma berbuat baik, dan mana orang yang ngasih harapan, pasti laku keras banget. “Kita ini sebenarnya apa sih?” “Cuma temen… kenapa?” “Terus kenapa kamu baik sama aku?” “Oh jadi kamu maunya dijahatin?” “…”   
 Dari percakapan singkat di atas, bisa jadi alasan dia menjauh adalah karena emang dari awal dia nggak niat buat deketin kamu, tapi kamu udah kegeeran dan salah menilainya. Yaudahlah ya, dijadiin pelajaran aja. “Ada yang memulai, lalu berhenti. Ada juga yang berhenti sebelum memulai.” Semoga antara poin-poin yang Abang Affan jelaskan di atas bisa menjawab kegelisahan kamu selama ini. Adakah Kisanak yang ingin menambahkan alasan lain yang lebih akurat?