Hidup ini rumit untuk orang yang memendam perasaannya.
Memendam sama halnya dengan menimbun sampai nantinya penuh atau bahkan sesak, tapi nggak pernah dikeluarin (diungkapin).
Memendam perasaan itu serba salah dan capek, kayak lagunya Raisa, coba
aja nyanyiinnya sambil main futsal. Di satu sisi dinilai egois karena
hanya menikmati perasaan cinta itu sendiri, namun di sisi lain jika
diungkapkan takut nantinya menghancurkan keadaan, menghancurkan apa yang
udah tertata dengan baik.
Kanda yakin hampir semua orang pernah mengalaminya –memendam perasaan,
dengan sedikit torehan pengalaman pribadi dan curhat dari beberapa
orang, inilah alasan mengapa orang memendam perasaannya.
1. Takut Merusak Kedekatan yang Sudah Terjalin
Sebuah kebersamaan itu nggak ternilai harganya. Kebersamaan dalam
rentang waktu yang lama pasti itu udah deket banget, dan nggak menutup
kemungkinan menumbuhkan rasa di dalam hati salah satu di antara kamu
atau si dia. Contoh paling sederhananya adalah persahabatan.
Nah, ketika kamu sadar rasa cinta itu tumbuh ketika persahabatan itu
sudah terlanjur jauh, apa daya? Banyak persahabatan yang udah terjalin
lama rusak hanya karena salah satunya jatuh cinta, dan kecewanya,
sahabatmu nggak bisa menerima hal itu karena udah dianggap sahabat,
nggak lebih dari itu.
Makna persahabatan itu udah berbeda ketika kamu menatap matanya
dengan binar rasa ingin memiliki, bukan binar teduh seorang sahabat.
Kalo kamu nggak bisa menahan diri, lambat laun pun dia pasti merasakan
tanda-tanda perubahan pada diri kamu terhadapnya, celakanya, dia merasa
nggak nyaman dan memutuskan untuk menjauh. Rusaklah persahabatan itu.
Oleh karena itu, beberapa orang memilih memendam perasaannya karena
takut merusak kedekatan yang sudah terjalin.
Persahabatan dapat melahirkan cinta, tapi cinta belum tentu dapat memperbaiki persahabatan yang rusak karena cinta itu sendiri.
2. Dia Udah Punya Pacar
Salah satu alasan yang paling umum kenapa orang memendam perasaannya
adalah karena orang yang dicintainya udah punya pacar. Nggak mungkin kan
kamu ngungkapin perasaan kamu dalam kondisi tersebut? Melihat posisi
kamu di matanya sebagai ‘siapanya’.
Selain karena nggak etis, tentunya kamu akan merusak dua hal: hubungan
kamu dengan dia dan hubungan dia dengan pacarnya. Saat dia tau kamu
cinta sama dia, sudah pastilah terbit rasa yang berbeda di antara
kalian.
Bisa aja dia juga ternyata cinta sama kamu, tapi udah terlanjur punya
pacar. Dan pacarnya lamat-lamat tau ada yang berubah dalam diri dia
setelah kamu mengungkapkan perasaan, lalu pacarnya meminta dia menjauhi
kamu. Kalo kamu beruntung, dia akan memilih kamu, tetapi kalo enggak?
Kamu telah menghancurkan tiga orang sekaligus. Kamu, dia, dan pacarnya.
Karena itulah beberapa orang memilih memendam perasaannya, daripada harus mengambil risiko yang terlalu berbahaya.
3. Dia Belum Bisa Move On
Kenapa kenangan itu terasa manis? Karena nggak akan pernah bisa
terulang lagi. Sekali pun kenangan itu dicoba untuk terulang lagi dengan
waktu, tempat, orang, dan kondisi yang sama, semua itu hanya replika.
Semua itu hanya rekayasa yang dibuat seolah sempurna.
Beberapa orang memiliki kenangan yang begitu berharga, yang membuat dia
nggak bisa melupakan masa lalunya meskipun dilakukan dengan berbagai
cara, terlebih banyak hal berharga yang pernah dia raih dan dijalani
bersama dengan seseorang yang begitu dia cintai di masa lalunya.
Kenangan itu membekas terlalu dalam di dalam hatinya sehingga dia belum
bisa
move on.
Dalam kondisi ini, adalah sebuah hal percuma bila kamu membantunya
beranjak. Selain karena itu bukan hak dan porsi kamu meskipun
permintaannya, itu juga hal yang sia-sia
apabila dia memang terlalu mencintai masa lalunya, dan belum benar-benar ingin beranjak.
Makanya, orang yang dihadapkan pada situasi ini lebih memilih memendam
perasaannya dan sabar menunggu hingga tiba waktunya orang yang dia
cintai benar-benar
move on, daripada harus berjuang dari sekarang dan rasa itu harus mati sia-sia karena cuma dijadikan pelampiasan.
4. Dia Cinta Sama yang Lain
Pekerjaan paling sia-sia adalah menasihati orang yang sedang jatuh cinta.
Benar sekali, Kisanak. Petuah dari Petruk, salah satu tokoh dunia
perwayangan ini memang sangat benar adanya. Coba aja kamu nasihatin
temen kamu yang lagi jatuh cinta sama orang yang kamu tau sebenarnya
nggak baik buat dia, pasti 90% dia nggak denger omongan kamu. Denger
sih, bilang “iya” sih, tapi nggak dilakuin.
Apalagi kalo kamu nasihatin dia yang lagi jatuh cinta sama yang lain
dalam posisi kamu mencintai dia. Selain kamu bakal makan hati karena dia
nggak dengerin, dia juga pasti jadi risih sama kamu. Kamu siapanya dia
ngelarang-larang jatuh cinta? Oleh karena itu, daripada nantinya hanya
akan berakhir sia-sia, kamu memilih memendam perasaan itu aja.
Tak ada yang lebih tulus dari seseorang yang sudah tau sejak awal akan disia-siakan, tapi tetap tak berhenti mencintai.
Dari
quote di atas, kamu bisa merenungi dengan sedikit kasar bahwa tulus dan tolol itu sebenarnya beda tipis. :)
5. Gengsi
Sejak zaman Fir’aun masih melakukan metode
door to door untuk dagang propolis, gengsi itu akar permasalahan serta penghambat paling
annoying dalam
sebuah hubungan. Dan yang paling sering merasa gengsi ini adalah cewek.
Dan memang sudah dipatenkan kodratnya cewek itu nggak memulai duluan,
iya kan,
girls?
Tapi sayangnya, gengsi itu nggak selalu melahirkan keajaiban berupa
membuat dia tau dan sadar kalo kamu cinta sama dia, apalagi membuat dia
merasakan hal yang sama. Penyebabnya sederhana banget: karena dia nggak
tau.
Sebab itulah cewek lebih baik rela menunggu lama dan memendam
perasaannya seraya melakukan manuver kode triliyunan kali sambil
berharap penuh dalam gengsinya sang gebetan tau dan sadar.
… Mungkin aja sih dia tau dan sadar, tapi kalo ternyata dia nggak cinta
sama kamu gimana? Dia akan tetap diam. Kesannya gak peka, padahal
memang gak suka.
INI ADA GAMBAR BUAT KAMU YANG SEDANG MEMENDAM PERASAAN